Pildacil saat di Antv Neno Warisman, Khofifah Indar Parawansa, Marissa Haque Fawzi

Pildacil saat di Antv Neno Warisman, Khofifah Indar Parawansa, Marissa Haque Fawzi
Pildacil saat di Antv Neno Warisman, Khofifah Indar Parawansa, Marissa Haque Fawzi

Pildacil saat di AntL Neno Warisman, Khofifah Indar Parawansa, Marissa Haque Fawzi

Pildacil saat di AntL Neno Warisman, Khofifah Indar Parawansa, Marissa Haque Fawzi
Pildacil saat di Antv Neno Warisman, Khofifah Indar Parawansa, Marissa Haque Fawzi
Tampilkan postingan dengan label Isabella fawzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Isabella fawzi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

Marissa Haque dari Dominika Dittwald: "We Learn Everything from Everybody"

Sumber: http://dominikadanmarissa.blogdetik.com/2012/08/23/marissa-haque-dari-dominika-dittwald-learn-everything-from-everybody/

Pada saat kita di luar Indonesia, tentu setiap detik adalah saat memulung ilmu, benar yang dikatakan oleh karibku Dominika Dittwald bahwa we learn everything from everybody. Kesukaan kami dalam hal membaca memang klop satu sama lainnya.

Namun karena Bahasa Inggris adalah bahasa ibu dari Dominika (selain Perancis dan Polandia), maka saya selalu tertinggal dalam hal capaian jumlah buku yang telah habis kami baca setiap minggunya. Dan saya jadi hampir selalu mentraktirnya minum susu-coklat panas di cafetaria dekat kampus kami, karena hampir selalu kalah 'taruhan'. Kami memilih minum susu-coklat atau moccacino karena Dominika faham saya Muslimah dan tidak meminum alkohol (walau saat itu saya masih on-off-on-off pakai kerudung terutama pasca kejadian September 11).

73f4ab76adc19934a270a9718bfc0140_marissa-grace-haque-fawzi-graduate-student-of-school-of-film-ohio-university-athens-ohio-2001_600x489

Seingatku Dominika sering mengucap nama Sir Ken Robinson yang mengatakan: "... never confuse knowledge with common sense...". Robinson adalah seorang pendidik revolusioner yang mengatakan bahwa ada fakta yang menyebutkan (tahunnya saya lupa) bahwa 98% anak di Amerika Serikat lahir dengan kemampuan "divergent thinking." Dan hal itu membuat mereka 'tidak ada matinya' di dalam mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang mereka hadapi!

Tak heran selama kami sekolah film di School of Film, Ohio University, Athens, USA kami selalu hampir setiap hari dicekoki kalimat "...there is no room for mistakes!" Knowledege comes but wisdonm lingers. Knowledge is power, the more you know, the more powerful you become. Uang, harta, dan jabatan dapat hilang, namun melalui ilmu Allah, nalar, kasih, dan kepedulian akan remain sustainable...insya Allah...

Di dalam Bahasa Latinnya kurang-lebih adalah begini: " Tamdiu discendum est, quamdlu vivas"... 

Bismillahirrahmannirrahiiim...

Marissa Haque dari Dominika Dittwald: "We Learn Everything from Everybody"

Minggu, 08 Januari 2012

“Marissa Haque Fawzi: Terimakasih Mas Buni Yani @buniyani di Leiden, Belanda”

Just do the Best and Allah will do the Rest

Ketika kita di dzolimi oleh orang yang tidak dikenal, dan kita merasa fitnah yang dilontarkan itu keterlaluan kejinya, maka kita boleh meminta Allah Azza wa Jalla untuk menurunkan pertolongan-Nya melalui arah atau pintu yang tak terduga. Inilah yang terjadi ketika saya menangis di dada Ikang Fawzi suamiku tercinta atas fitnah di twitter.com yang dilontarkan oleh @deedeekartika trionya Memes addie MS dan Addie MS yang sering mengatakan bahwa “saya sakit dan segera cepat sembuh.” Dan hal tersebut selalu disebarkannya di twitter-nya atas nama @addiems. Sehingga terpkirkan oleh saya bahwa sayapun rasanya perlu suatu saat menceritakan siapa sebenarnya Addie MS, mengapa dia tidak suka sekolah, dan mengapa sejak dia baru menikah selalu menunjukkan ketidaksenangannya terhadap hobiku bersekolah!

Dee Kartika Djumadi Trionya Memes Addie MS Ternyata Bukan PhD dari Amsterdam Universiteit
Sebenarnya seluruh pemberkasan untuk penuntutan pidana pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyenangkan telah selesai kubuat. Memang terdengar sangat menyeramkan. Apalagi ditambah dengan ancaman hukuman dari UU ITE yang kami (saya dan tim pengacara) akumulasikan. Namun apakah proses hukum tersebut akan terus saya jalankan, tergantung kepada hasil pertemuan saya dengan Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria besok sore atau lusa sore di kantornya.

Terhadap kejahatan yang ditimpakan ke saya, alhamdulillah telah bantuan  Allah dari arah tak terduga. Seseorang di negeri Belanda yang bekerja sebagai periset atas nama @buniyani, tanpa diminta telah membuka kedok Dee Kartika Djumadi atas nama twitter @deedeekartika yang mengaku sebagai seorang PhD, ahli ekonomi makro, kader Partai Demokrat, dan pemilik perisahaan “Spin Doctor.”
Kedok yang berhasil diungkapkan oleh @buniyani atas dusta Dee Kartika Djumadi alias @deedeekartika adalah bahwa dia:
(1) tidak pernah lulus dari program doktor di Amsterdam Universiteit; (2) namanya tidak juga terdafar di sana; (3) patut diduga S2 dia dari FISIP UI jurusan Komunikasi juga bodong. Sehingga kita semua sekarang jadi tahu kapasitas Dee Kartika Djumadi atas nama twitter @deedeekartikaitu sesungguhnya bagaimana ya? Yah, kelasnya penipu barangkali ya?

Banyak Pendukung yang Baik Para Kekasih Allah
Semisal: @MarissaFHUFM, @MarissaFEBUGM, @ikangichalovers, dan lain sebagainya yang sesungguhnya baru saya kenal belakangan. Juga yang bernama Wendy, Vavai, Linda, Kirana, Petrus, Khaki, Buana, dan lainnya. Lihatlah semacam dukungan dan permintaan semacam di bawah ini:
Kakanda Buni Yani di Amsterdam, mohon kiranya dpt terus dipantau kebohongan utk & ya?

Ada juga Bang Vivayoga teman KAHMI dari PAN DPR RI, semisal:
Viva Yoga Mauladi
“Nama lengkapnya: Buni Yani Kartika..” hehe.. Pizz.. yang ngeledek menggabungkan nama Mas Buni Yani dengan Dee Kartika Djumadi.
Jadi sebenarnya siapasih si Dee Kartika Djumadi alias @deedeekartika? Baiknya barangkali kita simak hasil investigasi Mas Buni Yani dari Leiden, Belanda ya?, sebagai berikut:
Buni Yani

@ Deededeekartika adalah fellow PublicPolicyIns
Buni Yani

@
argumentasi yg lemah. kalau anda di politik mestinya anda bersih2 mulai dr hal2 kecil ini. jgn ada kebohongan.
Buni Yani

@
mari kita jaga ruang publik kita agar selalu melindungi kebenaran. kalau tak bergelar phd jangan ngaku2.
Buni Yani

@
mas, aku salut sama sampean membela teman, tapi monggo hati2 ya, mari kita sama2 cek. sy tetap respek sama anda.
Buni Yani

@
belum final kesimpulan kita apakah dia tdk tamat dari UvA karena sdg menunggu konfirmasi dari almamater
Buni Yani

@
apa sampean bisa lht nama dia?
Buni Yani

22. ttp utk mengetahui secara persis, kita harus menunggu konfirmasi secara resmi dari universiteit van amsterdam
Buni Yani

21. tak ada nama si tokoh dlm daftar dsertasi UvA ini
Buni Yani

20. jadi mari kita sama2 menjaga ruang publik kita agar tak dipenuhi kebohongan shg mutual trust society bisa kita bangun. SEKIAN.
Buni Yani

19. sekecil apa pun sumbangan kita kpd ruang publik indonesia, ini akan selalu menjadi sumbangan yg berharga
Buni Yani

18. ini juga akan membuat tokoh lain yg tak jujur akan berpikir 2x utk melakukan ketidakjujuran
Buni Yani

17. sikap demikian akan memberikan pembelajaran kpd kita semua agar tak 1 pun tokoh mengambil keuntungan dari kebohongan
Buni Yani

16. karenanya sejak awal kita harus memberlakukan sikap skeptis thd setiap klaim yg dibuat para tokoh yg mencurigakan
Buni Yani

15. kita tak ingin timbulnya social distrust gara2 banyaknya kebohongan publik yg dibuat pelaku politik, ekonomi, budaya
Buni Yani

14. kita harus bersama-sama menjaga agar kejujuran dikedepankan dlm setiap ruang ekonomi, politik+budaya indonesia
Buni Yani

13. dia mantan caleg salah satu parpol, tetapi dlm twitnya selalu bilang tak berafiliasi politik
Buni Yani

12. banyak kejanggalan mengenai tokoh kita ini yg perlu ditelusuri lebih jauh utk membuat ruang publik kita dipenuhi kejujuran
Buni Yani

11. siapa pemilik akun ? dari gaya bhs, sikap, dllnya, kelihatannya akun ini dimiliki oleh tokoh kita itu.
Buni Yani

10. lalu tiba2 saya dikirimi twit oleh yg merekomendasikan tokoh kita ini betul pengajar UI, tamat s1, s2, s3
Buni Yani

9. fakta ini membuat saya semakin curiga tokoh kita ini menggunakan gelar phd dlm namanya utk keuntungan pdhal tak bergelar
Buni Yani

8. utk ngeles, dia bilang sdg ada di breda, kembali ngecek weather forecast, ternyata di breda juga tak ada salju, yg ada hujan
Buni Yani

7. dlm twitnya kpd dia bilang sdg di amsterdam yg bersalju, di belanda tak ada turun salju, saya sejak okt di sini.
Buni Yani

6. bgm tdk curiga dia ke amsterdam th 2008, tetapi belum genap 3 th sdh phd, ini rasanya jarang terjadi. kita akan cek info ini.
Buni Yani

5. kabarnya bahkan tokoh kita ini tamat s2 kom ui saja tdk.
Buni Yani

4. karena tinggal di belanda sy diminta teman utk mengecek apa betul dia betul tamat amsterdam.
Buni Yani

3. karena agresivitas ini, publik jadi penasaran ingin tahu siapa sebetulnya si penyerang yg mengklaim alumni phd amsterdam ini.
Buni Yani

2. dia menyerang salah 1 politisi mantan artis yg kabarnya punya masalah dg studi doktoralnya di ipb.
»
Buni Yani

1. seseorang di twitter memakai gelar phd di web perusahaannya, mengklaim tamat ekonomi makro universiteit van amsterdam belanda

Saya Telah Lulus Program Doktor dari IPB
Berikut bukti kenanganku Marissa Haque Fawzi saat  lulus ujian Doktor dari IPB
http://youtu.be/nGwiM9AQQRQ
Semoga Addie MS dan Memes juga Deee Kartika djumadi legowo bahwa saya layak jadi Doktor dengan dignity dari salah satu respectable univeristy di Indonesia bernama IPB. Dan saya menyarankan agar mereka bertiga turut mencicipi nikmatnya menjadi mahasiswa atau mahasiswi di IPB, sebagai kampus menyenangkan dan gudang ilmu.

Apa Rasanya Addie MS dan Memes Punya Mitra Kerja Dee Kartika Djumadi ya?
Saya jadi ingat disaat Mas Adji Soetama dan Ikang Fawzi suamiku muncul di Metro TV untuk mengenang kepergiaan Mas Utha Likumahuwa dan mengumpulkan donasi untuk keluarganya, ternyata yang menjadi pimpinan pengumpulan dana adalah si Dee Kartika Djumadi. Lalu saya juga ingat ‘bisik-bisik’ diantara teman jurnalis infotainment, bahwa si ‘tokoh’ yang mengatasnamakan ketua pengumpulan dana itu mendapatkan dana besar dari Ketua Umum Partai demokrat bernama Bang Anas Urbaningrum sebesar Rp 100 juta,-. Karenanya Dee Kartika Djumadi bisa nyanyi trio bersama suamiku Ikang Fawzi dan Adjie Soetama. Gambarnya adalah sebagai berikut di bawah ini:
Karena fungsinya sebagai “kurir” dana sumbangan tersebut karenanya patut diduga dia dengan leluasa menempatkan dirinya dalam jajaran artis atau figur publik terkenal di Indonesia. Karena tak lama setelah aktivitas tersebut album Trio Memes Addie MS yang diproduseri oleh dekan FEMA IPB bernama Dr. arif Satria alias @arif_satria lalu muncul di pasaran.

Saya jujur terluka! Bahkan merasa terhina oleh komentar yang dilakukan oleh Dee kartika Djumadi dengan mengatasnnamakan Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria @arif_satria, sebagaimana yang saya lampirkan di bawah ini:

Saya yakin rasa terluka saya yang dalam berikut rasa pahit karena dihina dapat menjalar kepada para pembaca blog saya dimanapun anda berada. Lebih jauh, saya semakin terluka karena Addie MS suami Memes yang merupakan kawan SMA suamiku ikut-ikutan memberikan komentar tidak menyenangkan, sebagaimana saya tunjukkan di bawah ini:
Addie MS dari sejak lama memang merasa terganggu atas hobiku yang bertolakbelakang dengan dia. Selama masa perkawinan saya memang saya cuekkan karena memang nafsi-nafsi saja! Beda dunia dan ladang tempat mencari nafkah. Saya memang mulai merasa sangat terganggu dengan ‘hobi’ pamer payudara para artis penyanyi lawas Indonesia seangkatan saya. Dan kegusaran saya itu sering saya sampaikan ke Ikang Fawzi suami saya karena itu dunia nyanyi dia. Entah mungkin karena Ikang Fawzi suamiku tahu saya tidak suka dengan ‘gerakan jualan payudara’ para artis lawas dan ternyata dalam show “Odessey” Vina Panduwinata berpakaian seronok semacam yang saya gusarkan, lalu saya tidak diundang!

Yang parah adegan manggung Vina Panduwinata dengan payudara hanya 1/3 tertutup, pakai berpelukan dengan Ikang Fawzi suamiku! dengan adanya kejadian di atas panggung tersebut, membuat saya sempat mendiamkan suami untuk waktu yang lumayan lama! 

Rasa jijik dan terlukaku demikian dalam. Khususnya karena saya sangat-sangat kenal siapa dan bagaimana gaya bergaul Vina Panduwinata yang sangat “ramah” alias “rajin menjamah.”

Sehingga, bagaimana saya bisa dibilang sakit dan Addie MS yang normal? Padahal adegan di acara “Oddesey” itu dekat dengan saat dia mau pergi haji. Sesungguhnya saya tidak peduli, termasuk ketidakmampuan diamenasehati istrinyapun saya tidak perduli!

Rupanya saat berhaji itulah dia berkenalan dengan Dekan FEMA IPB @arif_satria seperti apa yang didapatkan di akun twitter-nya.

Addie MS dan Memes memang media darling, dan dia punya kawan media yang sering juga menyerang saya bernama Denny Sakrie. Lagi-lagi saya tidak kenal dia, sehingga komentar saya hanya pada beberapa gambar poster lama saya prosuksi Pak Raam Punjabi yang dia tayangkan di koleksi gambar twitter-nya. Tapi untuk apa coba Bang Denny sakrie melakukan semua itu terhadap saya? Bukankah anatar dia dan saya tidak ada urusannya? Saya akan up-load-kan foto Denny Sakrie dan Addie MS di lain waktu, Juga Dekan FEM IPB dan Addie MS saat berhaji tahun lalu. Ada apa dengan semua itu? Kenapa saya harus mereka korbankan? Siapa master-mind di belakang ini semua?

Sebenarnya saya salut dan bangga dengan apa yang sudah diraih Memes dan addie MS dan kedua putra mereka, dan berdoa semoga dalam waktu dekat kedua anak-anakku juga mampu memproduksi lagu dan musik seperti mereka. Jujur mereka berbakat dan produktif.  Sebagai yang pernah kenal dengan mereka saat masih kecil dulu, demi Allah saya turut bangga. Tapi dengan luka menganga di dadaku terkait dugaan kecemburuan mereka terhadap prestasi capaian akademikku, khususnya doktor dari IPB dengan dignity, kok rasanya  akan lamaaaa…. sekali baru akan sembuh.

Innalillahi wa innailaihi rojiuun... saya mencoba memaafkan mereka semua, walau hukum harus tetap dijalankan…

Mas Buni Yani saudaraku yang dirahmati Allah…may Allah bless you always my brother… Hati-hati di ranah orang, Belanda jauh, namun Allah Azza wa Jalla dekat ya Mas? Allahu Akbar!

Terimakasih banyak untuk semua investigasinya terhadap @deedeekartika alias Dee Kartika Djumadi sang PhD bodong dari Amsterdam Universiteit, Belanda,

“Marissa Haque Fawzi: Terimakasih Mas Buni Yani @buniyani di Leiden, Belanda”

Kamis, 22 Desember 2011

"Duh! Semoga Angelina Sondakh Tetap dalam Iman Islamnya: dalam Bunda Marissa Haque Fawzi"

Sabtu, 17 Desember 2011 20:23 WIB

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/mobile/index.php/2011/12/17/marissa-haque-hubungan-angie-berpotensi-bocorkan-strategi-kpk

Bunda Marissa Haque: Hubungan Angie (Angelina Sondakh) Berpotensi Bocorkan Strategi KPK

JAKARTA, TRIBUN - Artis senior yang juga politisi, Marissa Haque mengatakan, hubungan asmara antara politisi Partai Demokrat, Angelina Sondakh dengan penyidik KPK, Kompol Raden Brotoseno, berpotensi kebocoran strategi internal KPK kepada partai dalam menangani kasus korupsi Wisma Atlet, seperti dituduhkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Marissa yang telah Doktor (S3) dari IPB dan menyelesaikan disertasi tentang Illegal Logging di Riau ini menjelaskan, dari ukuran etika, apa yang mereka lakukan sangat tidak etis. "Mengingat dari kacamata hukum,  apa yang dituduhkan Nazarudin ke Angie terhadap delik pidana gratifikasinya, menuju ke arah TSK alias tersangka," jelas istri rocker Ikang Fawzi ini, Sabtu (17/12/2011).

Icha, panggilan akrab Marissa Haque, memuji kejelian mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, dalam mengungkap hubungan asmara antara penyidik dengan Angie. Ibu dua anak yang telah menyelesaikan program MBA dari FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sekarang sedang menyelesaikan Program MH dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga ini menjelaskan, bahwa saat di dalam kelas hukum yang mahasiswa sebagian besar dari kepolisian dan kejaksaan, muncul informasi bahwa Kompol Broto kekasih Angie tersebut bukan minta pindah tapi dipindahkaan. Dari kelas hukum tersebut juga beredar kabar jika keduanya baru berkenalan selama dua bulan ini saat Angie disidik.

Saat ini Icha (Marissa Haque) sembari menghabiskan sisa tahun 2011 sedang merampungkan penulisan buku mengenai batik tandem bersama anak salah seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis UGM, Meta Thereskova.

Editor : zulham
Source : Tribunnews
"Duh! Semoga Angelina Sondakh Tetap dalam Iman Islamnya: Marissa Haque Fawzi"

Senin, 29 Agustus 2011

Selamat Iedul Fitri bagi yang Telah Memulainya: Mb Marissa Haque & Mas Ikang Fawzi

Pagi yang sejuk dengan angin semilir di sudut teras balkon rumahku, membawa doaku terbang tinggi menuju Muara-Nya. Allahu Akbar!

ikang-fawzi-marissa-haque-isabella-fawzi-chikita-fawzi

Selamat Iedul Fitri bagi yang Telah Memulainya
Minal aidin wal Faidzin, Maaf Lahir dan Bathin…

Minggu, 28 Agustus 2011

Mendidik Mentalitas Anak Kita

Mentalitas Anak

Resizeof14mendidikmentalitasanak 1 Mendidik Mentalitas AnakMendidik Mentalitas Anak
Harga Rp. 32.500
Resep Membentuk mentalitas anak agar memiliki kepribadian shalih
Tahukah Anda, kandungan gizi buku ini mampu menyempurnakan wawasan dan pengetahuan Anda tentang bagaimana mendidik mentalitas anak.
Di dalam buku ini Anda akan mendapatkan nilai-nilai 'gizi' sebagai berikut:
Pengetahuan dan ketrampilan pendidikan mentalitas di dalam masa kehamilan.  Anda menjadi tahu dan dengan mudah menemukan tipe pendidikan mentalitas semacam apa yang penting untuk diketahui dan diterapkan semasa kehamilan.

dengan lengkap Anda akan dipandu untuk mengenali tentang siapa saja yang terlibat dan memberi kontribusi pada pendidikan anak Anda, apa saja media pendidikan mental itu dan meluruskan pola pendidikan yang salah.
Anda pun menjadi tahu bagaimana cara mengatasi perasaan takut, pendiam, agresif, suka berbohong dan bahkan kebiasaan mencuri pada diri anak.
Anda juga menjadi paham bagaimana bersikap terhadap anak-anak Anda bila sudah mencapai usia remaja.  Apa saja yang mereka hadapi dan bagaimana cara Anda mengatasi masalah mereka.
Yang terakhir, gizi tambahan buku ini adalah teknik, langkah ataupun tips bagaimana mengatasi anak yang mengalami gangguan hiperaktif dan kurang perhatian.
DAFTAR ISI:

FASE KEHAMILAN
Ketrampilan menyusui bayi
ketrampilan menjaga bayi
ketrampilan mendidik fisik
ketrampilan bergerak, bersosial, dan kemampuan intelektual
PENDIDIKAN YANG SEMPURNA
pola-pola pendidikan yang keliru
memukul anak, mengapa?
penelitian
aktivitas rumah

GANGGUAN HIPERAKTIF DAN KURANG PERHATIAN (ATTENTION DEFICIT HYPERACITIVY DISORDER-ADHD)
kecerdasan berlipat-lipat (Multiple intelligence)
ketrampilan menangani gangguan kurang perhatian dan hiperaktif

KESEHATAN MENTAL
Takut
Pendiam
Berbohong
Mencuri
Problem bertutur kata
masalah enkopresis

USIA REMAJA
problem remaja
mengusir dari rumah
nasehat kepada anak
ketrampilan belajar

BERBAGAI JENIS KETRAMPILAN
prestasi akademik
ketrampilan memilih sekolah
kaum ibu
anakku kok tidak seperti yang aku harapkan
pendidikan mental dan dakwah
ayat-ayat ketenangan
doa harian

Mendidik Mentalitas Anak
Harga Rp. 32.500

Hubungi:
Azmi Yudianto
0856 4117 4798
toko@islamarket.net
islammarket@yahoo.co.id

ANTV Tayangkan Pildacil Jelang Ramadhan

ANTV Tayangkan Pildacil Jelang Ramadhan

Sabtu, 2 Juli 2011 16:35 WIB | 1541 Views

Berita Terkait

Ambon, 2/7 (ANTARA) - Stasiun televisi ANTV menayangkan program Pemilihan Da`i Cilik atau Pildacil untuk memeriahkan suasana menjelang bulan suci Ramadhan.

"Kemasan acara menjelang Ramadhan ini akan menjadi tayangan spesial yang ditunggu pemirsa di bulan Ramadhan. Insya Allah bisa menambah ilmu dan meningkatkan ibadah kita di bulan suci nanti," kata Direktur Utama ANTV Dudi Hendrakusuma dalam siaran pers yang diterima ANTARA, Sabtu.

Dudi Hendrakusuma menjelaskan Program yang merupakan ajang pencarian bakat tersebut sudah melewati tahapan audisi di 11 kota tanah air, yakni Palembang, Bandung, Medan, Makassar, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Samarinda, Padang dan terakhir Jakarta.

Masing-masing kota meloloskan 10 peserta terbaik sebagai kandidat yang berhak maju ke tahap berikutnya, babak seleksi yang menghadirkan juri nasional beanggotakan tim ANTV dan tim Neno Warisman.

Pada tahapan tersebut ,juri hanya memilih dua peserta dari setiap daerah yang dinilai layak untuk memasuki tahapan lebih lanjut.

Program Pildacil ini akan tayang setiap hari Sabtu dan Minggu, mulai 2 Juli 2011.

Tayangan terdiri dari dua bagian, masing-masing "Diary Pildacil" pada pukul 07.30 WIB dan "Live Pildacil" yang dipandu Ben Kasyafany dan Umay pada pukul 18.30 WIB.

Program Pildacil merupakan bagian dari paket Semarak Hiburan yang disuguhkan ANTV untuk menghibur pemirsanya saat menjelang dan selama bulan suci puasa berlangsung.

Acara-acara tersebut antara lain berupa petunjukan musik dangdut modern (melayu, koplo, remix) berjudul "Kembali Bergoyang", yang akan disiarkan secara langsung (live concet) dari halaman Brimob Kelapa Dua, Depok.

Konser musik yang juga dipersembahkan untuk memperingati HUT Bhayangkara itu dijadwalkan berlangsung pada Senin, 4 Juli 2011, pukul 19.30 WIB, dan menampilkan artis kenamaan semacam 2 Racun, Uut Pematasari, Evie Tamala, Kembar Srikandi, Wali Band, Briptu Eka Cs, dipandu Julia Perez dan Olga Syaputra sebagai pembawa acara.(*)
(Tz/J007/A011)

Editor: Ruslan Burhani

Pildacil 2011, Tayangan Syarat Edukasi


Tayangan kompetisi edukasi, Pildacil 2011, tayang seminggu yang lalu di ANTV.
Senin, 11 Juli 2011, 05:48 WIB
 
Denny Armandhanu, Beno Junianto
VIVAnews - Tayangan kompetisi edukasi, Pildacil 2011, yang tayang seminggu yang lalu di ANTV sudah mendapat tempat di hati pemirsa ANTV. Diakui Manajer Produksi ANTV, Oke DF, tayangan Pildacil 2011 ini sudah mendapat target share yang membahagiakan.

"Sudah tayang seminggu yang lalu, sudah mendapat share yang baik, hari Sabtu sudah 2,1 dan Minggu mendapat 2,6 ,harapan kami bisa bertahan dan meningkat sampai final nanti,"ujar Oke Danny Ferdian kepada VIVAnews, ditemui di Preskon Pildacil, Epicentrum, Kawasan Jakarta Selatan, Minggu 10 Juli 2011.

Tidak seperti acara-acara kompetisi lainnya, menurut Oke ada penghilangan kata ekstradisi untuk mengurangi para calon peserta."Sudah kita diskusikan dengan Ibu Neno Warisman dan Ibu Khofifah, bahasa yang baik untuk mengurangi peserta untuk acara acara untuk anak-anak ini adalah penyelamatan,"ujar Oke.

Oke menerangkan bahwa acara Pildacil ini akan disiarkan secara langsung."Pildacil sudah sukses sebelumnya  oleh saudara kami di Lativi atau TVOne, lalu sekarang oleh kami dikemas dengan lebih baik lagi, tidak banyak yang berubah, kami adakan shownya 26 dai, kami hanya berdurasi dua jam. Kami bagi dalam dua, 13 dai untuk sabtu, 13 untuk hari minggu, dua duanya siaran langsung,"ujar Oke.

Neno Warisman yang menjadi juri dalam acara tahunan itu mengaku sangat mengharapkan dukungan penuh dari para masyarakat Indonesia. "Juri dengan mentor bekerja sama untuk menggodok anak anak dengan proses senatural mungkin. Kami para juri mendorong dan mengedukasi masyarakat. Acara baik ini harus didorong oleh masyarakat,"ujar Neno.
• VIVAnews

100 Anak Yatim Tonton Pildacil ANTV


Ini merupakan ajang silaturahmi dan wujud kepedulian ANTV kepada masyarakat.
Sumber: http://us.showbiz.vivanews.com/news/read/235384-100-anak-yatim-tonton-pildacil-antv

Sabtu, 23 Juli 2011, 23:02 WIB
Hadi Suprapto, Gestina Rachmawati
VIVAnews - Seratus anak yatim piatu menjadi tamu penonton dalam acara Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), Sabtu malam, 23 Juli 2011. Anak-anak tersebut berasal dari yayasan binaan masjid Al-Bakrie. Sebelum masuk ke studio, seratus anak yang mengenakan kaos berwarna hijau-putih itu melaksanakan salat maghrib berjamaah dan makan malam bersama.

"Ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ANTV dalam rangka hari anak nasional," kata Gembong P Nugroho, CSR Manager ANTV saat ditemui VIVAnews.com di kantornya, kawasan Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu 23 Juli 2011.

Selain itu acara ini juga sebagai ajang silaturahmi dan wujud kepedulian ANTV kepada masyarakat di sekitar kawasan masjid Al-Bakrie. Ada 12 orang kontestan yang meramaikan acara Pildacil malam ini, yaitu Hasan (Banjarmasin), Yusuf (Makassar), Adzkia (Palembang), Putu (Yogyakarta), Rahes (Bandung), Kiki (Jakarta), Villa (Surabaya), Kintan (Semarang), Riska (Medan), Nano (Papua), Amel (Padang), dan Sakhiy (Samarinda).

Keseratus anak yang menjadi penonton tampak antusias saat menyaksikan para kontestan Pildacil secara langsung. Tak jarang mereka ikut tertawa melihat lelucon yang kadang dilontarkan oleh peserta Pildacil.

Acara Pildacil ditayangkan setiap akhir pekan, yaitu setiap Sabtu dan Minggu pukul 18.30 sampai pukul 21.00. Juri yang terlibat dalam acara malam ini adalah Neno Warisman, Khofifah Indar Parawangsa, dan Eddy Riwanto.

"Mudah-mudahan dengan kita mengajak mereka untuk menonton Pildacil jadi ada satu bentuk acara yang sesuai untuk usia mereka. Ini adalah salah satu acara favorit di ANTV. Apalagi ini live, jadi  mereka bisa merasakan suasananya kan berbeda," ujar Gembong. (sj)
• VIVAnews

Neno Tetap Dipercaya Jadi Juri Pildacil

Senin, 11/07/2011 - 09:59

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/151490


MUNADY/"PRLM"
MUNADY/"PRLM"
NENO Warisman setia menemani para peserta pemilihan dai cilik (pildacil).*
JAKARTA, (PRLM).- Mundur dari dunia tarik suara, tidak membuat nama Neno Warisman tenggelam. Penyanyi era tahun 80-an itu, tetap eksis setelah memutuskan untuk mengenakan busana muslimah. Terbukti perempuan kelahiran 21 Juni 1964 itu masih terus dipercaya sebagai juri dalam ajang pemilihan dai cilik (pildacil). Sejak program pildacil tayang di lativi hingga diambilalih antv, Neno setia menemani sejumlah dai cilik.

“Aku senang kalau masih dipercaya. Aku pun menilai, program ini perlu dilanjutkan, karena punya dampak yang bagus. Di antara program-program hiburan, pildacil bisa memberi pencerahan kepada generasi muda. Ternyata banyak juga yang berbakat, sejak usia dini mampu memberikan dakwah. Ini contoh yang baik," kata pemilik nama lengkap Hj. Titi Widoretno Warisman ini.

Menurut Neno, sudah selayaknya anak-anak diberikan pengetahuan agama. Mereka nantinya akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh dengan moral yang kuat. "Aku salut dengan peserta pildacil. Mereka bisa memberikan motivasi, terutama kepada rekan-rekan sebayanya, untuk selalu berbuat yang terbaik," tambah Neno.

Selama peserta pildacil menjalani karantina, Neno rajin menemani. Bahkan Neno tidak sekadar mengajarkan kepada para finalis pildacil untuk tampil di depan umum. Tapi, Neno juga memantau perkembangan fisik para finalis. Dia sering memberikan makanan bergizi dan vitamin. "Selama karantina, orang tua mereka tidak dipekenankan membawa makanan. Jadi aku harus membantu mereka menjaga kesehatan. Aku harapkan, semua peserta menjadi manusia-manusia yang berguna," ujar pelantun tembang lagu “Matahariku“ ini. (Mun/A-147)***

Pesinetron Tommy Kurniawan Juri Pidacil 2011

Pesinetron Tommy Kurniawan terpilih menjadi salah satu juri tamu dalam program acara Pildacil. Ia pun merasa sangat bangga dan terhormat bisa dipercaya mengemban tugas tersebut.

Nadia Mahfuzah Menang di Pildacil: dalam Suara Pembaruan Daily

SUARA PEMBARUAN DAILY




http://202.169.46.231/News/2006/08/07/Hiburan/hib04.htm

Nadia Mahfuzah atau Nadia (12 tahun) meraih Juara I dalam Pemilihan Da'i Cilik (Pildacil) yang diselenggarakan dan ditayangkan langsung oleh stasiun Lativi, Minggu (6/8) malam. Peserta dari Kalimantan Selatan (Kalsel) itu berhasil mengumpulkan perolehan SMS sebanyak 49,13 persen. Pelajar kelas I Madrasah Tsanawiyah, Tanjung Balong, Kalsel itu, berhak atas hadiah Rp 25 juta dari pihak sponsor Curcuma Plus, Rp 25 juta dari Badan Narkotika Nasional (BNN), dan tabungan Syar'iah sebesar Rp 30 juta dari Bank Muamalat.

Sementara Ubaid Al Baliya (8 tahun), peserta dari Tanah Grogot, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur meraih Juara II. Ubaid mengumpulkan SMS 37,15 persen. Juara III adalah Taqi Fawwaz Al Batany alias Awa (8 tahun) dari Depok, Jawa Barat, yang mengumpulkan 19,72 persen.

Sejak awal lomba, Nadia memang lebih unggul. Dia dielu-elukan oleh para pendukungnya di depan para pembimbing seperti Ustadz Syahrul Syah, Ustadz Akri, anggota DPR RI Marissa Haque, dan Astri Ivo. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Presiden H Jusuf Kalla, Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Jalil, Komisaris Lativi Abdul Latif, Gubernur Kalsel dan Bupati Pasir, serta Ketua Muhamadiah M Din Syamsudin.
Dalam acara yang dipandu oleh Irgi Ahmad Fahrezi dan Tasya serta pembawa acara Deswita Maharani, tampil pula sejumlah artis memeriahkan acara. Para artis itu antara lain kelompok Dewa 19, Chrisye, Opick, Sulis, dan Ikke Nurjannah. Ada juga pembacaan puisi oleh Inneke Koesherawati.


Mengesankan
Dari pengamatan, penampilan Nadia sangat mengesankan, terutama saat dia membacakan ayat-ayat suci Alquran. Nadia juga terlihat menyampaikan dakwah dengan segenap hati. Sedangkan Ubaid dan Awa sangat berbakat sebagai penceramah agama. Vokal keduanya terdengar cukup lantang dan memukau hadirin.
Acara Pildacil sudah mencapai yang keempat kalinya. Para juara Pildacil sebelumnya, masing-masing Rajib, Zagar, Niha dan Eno. Kini mereka telah dikenal di seluruh Indonesia. Tujuan acara ini adalah untuk mendidik anak-anak menjadi juru dakwah yang memiliki kemampuan dalam berceramah. [FA/B-8]

Beasiswa Muslimat Pildacil

Subscribe to RSS Feed
March 6, 2008 by 5433
Muslimat Berikan Beasiswa Pildacil
JAKARTA— Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak, atas nama Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa memberikan beasiswa pendidikan kepada dua peserta Pemilihan Dai Cilik (Pildacil). Mereka adalah Muhammmad Darma Pratama (8 tahun) dari Banjarmasin dan Ani Tutik Mulyani (8 tahun) dari Madura. Beasiswa diberikan oleh Bendahara Umum Muslimat, Nur Hayati Said Aqil Siradj. Khofifah memang hidupnya tak bisa jauh dari anak-anak. Buktinya, sejak ditunjuk sebagai juri Pildacil di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, mantan aktivis PMII itu benar-benar menjadi ‘ibu’ baru bagi peserta Pildacil yang datang dari seluruh penjuru nusantara.

Karena kedekatan itu pula, Selasa (30/10) kemarin, Khofifah dipamiti oleh peserta Pildacil yang telah tereleminasi dari Pildacil. Adalah Muhammad Darma Pratama (8 tahun) dari Banjarmasin dan Ani Tutik Mulyani (8 tahun) dari Madura yang menemui Khofifah, di Kantor PP Muslimat NU, di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Mereka datang didampingi kedua orang tua masing-masing.

Turut mendamping Khofifah pada pertemuan itu, sejumlah pengurus Muslimat, di antaranya Farida Salahuddin Wahid dan Nur Hayati Said Aqil Siradj. Suasana haru mewarnai acara pamitan itu.”Bunda-bunda, Darma mau pulang ke Kalimantan,” kata Darma, bocah cilik yang punya kecerdasan di atas rata-rata anak Indonesia itu kepada Khofifah. Saking dekatnya, Darma yang tereliminasi pada babak 8 besar Pildacil tersebut seakan tak mau berpisah dengan Khofifah.

Demikian pula dengan Ani, sapaan akrab Ani Tutik Mulyani. Gadis cilik keturunan yang Madura yang tinggal kawasan Benowo, Surabaya itu juga terlihat sangat akrab dengan Khofifah. Seakan tak mau perpisah dengan tokoh perempuan idolanya, gadis cilik tuna netra itu berkali-kali merangkul Khofifah bak orang tuanya sendiri.”Bunda ini ada kenang-kenangan dari Ani,” katanya sambil memberikan sebuah majalah anak-anak kepada Khofifah.

Mendengar ucapan dan sikap lucu dua bocah cerdas tersebut, Khofifah yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan pada era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu berpesan kepada orang tua Darma dan Ani untuk terus menjaga dan mengembangankan kemampuan masing-masing.”Anak-anak ini punya kemampuan luar biasa. Semoga Allah memberikan kemulyaan pada anak-anak ini,” kata Khofifah.

Alumni Unair itu berharap, ke depab keduanya menjadi juru dakwah yang andal dan meneruskan perjuangan tokoh-tokoh NU saat ini. Baik Darma maupun Ani, katanya, bisa membaca Al-Qura’an dengan fasih. Bahkan, saat tampil di Pildacil, keduanya bisa mengembangkan sendiri tema-tema ceramah yang diberikan pihak panitia. “Kalian ini luar biasa. Sayangnya dukungan SMS yang kurang. Tapi itu bukan jadi masalah,” ungkapnya.

Sementara itu, Darma yang kini duduk di kelas III Sekolah Dasar Al-Mansuriyah Banjarbaru, akan terus belajar dan berlatih agar menjadi dai yang handal, serta melanjutkan sekolah yang beberapa bulan ditinggalkan.”Darma sudah lama gak sekolah. Darma sudah ingin masuk sekolah,” ungkapnya kepada Duta.

Di daerahnya, selain dikenal cakap dan pandai cermah, Darma adalah bocah cilik yang punya prestasi hebat di sekolah. Demikian pula dengan Ani, gadis cilik yang cacat sejak kecil itu juga akan melanjutkan pendidikannya di Sekolah Luar Biasa (SLB) Karunia 99 Yabtunik Surabaya. Kini ia duduk di kelas III di sekolah tersebut. “Ani masih ingin sama Bunda (Khofifah). Tapi Ani juga ingin masuk sekolah,” katanya.

Sebelum pulang ke daerah masing-masing, Khofifah bersama jajaran pengurus Muslimat lainnya, juga mengajak kedua dai cilik tersebut berziarah ke sejumlah makam para waliyullah di Provinsi Banten. (amh)

Marissa Haque Fawzi & Khofifah Indar Parawansa Menjuri di Pildacil

Marissa Haque Fawzi & Khofifah Indar Parawansa

Sumber: http://www.infoanda.com/id/link.php?lh=V1NUDglTBF1d

Grand Final Pildacil 4

Konser Akbar Islami Tiga kontestan yang akan berjuang di grand final, yaitu Nadia, Ubaid, dan si kecil Awa dari Jakarta Lativi kembali menyelenggarakan hajatan akbar bernuansa Islami, yaitu grand final Pemilihan Dai Cilik 4 (Pildacil). Acara yang berlangsung Ahad (6 Agustus 2006) sangat berbeda, baik konsep maupun tempat pertunjukan dibandingkan grand final sebelumnya. Puncak acara kali ini berlangsung di Istora Senayan, Jakarta dan akan dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla, Menkominfo Sofyan Djalil, Ketua DPR RI Agung Laksono dan Wakil Ketua MUI Pusat Din Syamsuddin.

"BMT Tumang Gelar untuk Pildacil: Kegiatan Ramadhan di Boyolali"

| |
 
Boyolali (Solopos.com)–Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Tumang yang berkantor pusat di Jl Boyolali-Magelang Km 10, Cepogo, Boyolali menggelar berbagai program selama Ramadan ini.
Beberapa aktivitas itu selain untuk mengisi Bulan Suci, juga dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Manajer Utama BMT Tumang, Adib Zuhari, melalui rilis yang diterima Espos Jumat (26/8/2011), menjelaskan kegiatan Ramadan itu meliputi penerbitan buletin Pokusma, pembagian jadwal imsakiyah, lomba Pildacil (pemilihan dai cilik), buka puasa bersama anak yatim, buka puasa bersama anggota BMT, serta menyantuni fakir miskin dengan membagi 350 paket sembako yang disebar di berbagai tempat di Kabupaten Boyolali.

“Kami memang punya divisi baitul maal yang bermisi sosial. Dananya kami sisihkan dari pendapatan. Antara lain digunakan untuk pembiayaan kelompok binaan, santunan kaum duafa dan pemberian beasiswa,” jelas Adib.

(fid/*)